LOKER JAKARTA

12 Bahasa Tubuh Saat Interview Kerja di Jakarta yang Memberikan Kesan Profesional

Bahasa Tubuh Saat Interview Kerja di Jakarta yang Memberikan Kesan Profesional

Interview kerja bukan hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan dan pengalaman, tetapi juga kesempatan bagi HRD untuk menilai kepribadian seorang kandidat. Selain jawaban yang kamu berikan, bahasa tubuh atau body language memiliki peran penting dalam menciptakan kesan pertama yang profesional.

Di Jakarta, persaingan mencari pekerjaan cukup tinggi. Banyak perusahaan menerima puluhan hingga ratusan pelamar untuk satu posisi. Oleh karena itu, setiap detail saat interview, bahasa tubuh saat interview kerja, termasuk cara duduk, kontak mata, hingga ekspresi wajah, dapat memengaruhi penilaian HRD.

Lalu, bagaimana bahasa tubuh yang baik saat interview kerja? Simak panduan berikut agar kamu bisa memberikan kesan profesional kepada HRD perusahaan di Jakarta.

Datang dengan Postur Tubuh yang Tegap

Kesan pertama dimulai sejak kamu memasuki ruang interview.

Berjalanlah dengan postur tubuh yang tegap tanpa terlihat kaku. Bahu yang rileks dan kepala tegak menunjukkan bahwa kamu percaya diri serta siap mengikuti proses interview.

Hindari berjalan dengan kepala menunduk atau bahu membungkuk karena dapat memberikan kesan kurang percaya diri.

Berikan Senyum yang Tulus

Senyum sederhana dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman.

Saat bertemu HRD, berikan senyum yang natural sebagai bentuk keramahan dan rasa hormat.

Tidak perlu tersenyum sepanjang interview. Cukup tersenyum pada saat menyapa, memperkenalkan diri, atau ketika percakapan berlangsung dengan santai.

Lakukan Jabat Tangan dengan Percaya Diri

Jika HRD mengajak berjabat tangan, lakukan dengan genggaman yang cukup kuat namun tidak berlebihan.

Jabat tangan yang terlalu lemah dapat memberikan kesan ragu-ragu, sedangkan genggaman yang terlalu kuat justru terasa kurang nyaman.

Sertai dengan kontak mata dan senyuman agar terlihat lebih profesional.

Jaga Kontak Mata

Kontak mata menunjukkan bahwa kamu memperhatikan lawan bicara.

Saat menjawab pertanyaan, usahakan melihat ke arah HRD secara natural. Tidak perlu menatap terus-menerus karena dapat membuat suasana menjadi canggung.

Jika proses interview dilakukan oleh beberapa pewawancara, arahkan pandangan kepada orang yang sedang berbicara, kemudian sesekali lihat anggota tim lainnya.

Duduk dengan Posisi yang Baik

Cara duduk juga menjadi salah satu aspek yang dinilai.

Posisi duduk yang baik antara lain:

  • Duduk tegak namun tetap rileks.
  • Kedua kaki menapak lantai.
  • Bahu tidak membungkuk.
  • Tangan berada di atas paha atau meja secara natural.

Hindari menyilangkan tangan di dada karena dapat memberikan kesan tertutup.

Hindari Gerakan yang Berlebihan

Rasa gugup sering membuat seseorang melakukan gerakan tanpa sadar, seperti:

  • Menggoyangkan kaki.
  • Memainkan pulpen.
  • Mengetukkan jari ke meja.
  • Memainkan rambut.
  • Terlalu sering membetulkan pakaian.

Gerakan-gerakan tersebut dapat mengganggu konsentrasi HRD dan menunjukkan bahwa kamu kurang tenang.

Jika merasa gugup, tarik napas perlahan sebelum menjawab pertanyaan dan fokus pada percakapan.

Gunakan Gerakan Tangan Secukupnya

Gerakan tangan dapat membantu menjelaskan jawaban.

Namun, gunakan secukupnya agar tidak mengalihkan perhatian HRD.

Misalnya, ketika menjelaskan pengalaman kerja atau pencapaian tertentu, kamu dapat menggunakan gestur tangan yang sederhana untuk memperjelas maksud pembicaraan.

Perhatikan Ekspresi Wajah

Ekspresi wajah yang ramah akan membuat komunikasi terasa lebih nyaman.

Usahakan menunjukkan ekspresi yang sesuai dengan topik pembicaraan.

Ketika membahas pengalaman kerja, tampilkan ekspresi antusias. Saat menjelaskan tantangan yang pernah dihadapi, tetap jaga raut wajah agar terlihat tenang dan profesional.

Jangan Memotong Pembicaraan

Bahasa tubuh juga berkaitan dengan etika berkomunikasi.

Biarkan HRD menyelesaikan pertanyaannya sebelum kamu mulai menjawab.

Mengangguk sesekali ketika mendengarkan menunjukkan bahwa kamu memperhatikan pembicaraan.

Kebiasaan ini juga membantu menciptakan komunikasi dua arah yang lebih baik.

Hindari Terlalu Sering Melihat Jam atau Ponsel

Melihat jam tangan atau ponsel saat interview dapat memberikan kesan bahwa kamu tidak fokus.

Sebelum interview dimulai, pastikan ponsel berada dalam mode senyap dan simpan di dalam tas.

Fokuskan perhatian sepenuhnya kepada HRD selama proses wawancara berlangsung.

Tunjukkan Antusiasme

Perusahaan umumnya mencari kandidat yang memiliki semangat bekerja.

Kamu dapat menunjukkan antusiasme melalui:

  • Nada bicara yang jelas.
  • Senyuman yang natural.
  • Kontak mata yang baik.
  • Respons yang cepat terhadap pertanyaan.
  • Sikap tubuh yang terbuka.

Antusiasme yang tulus sering kali meninggalkan kesan positif di mata HRD.

Kesalahan Bahasa Tubuh yang Harus Dihindari

Beberapa kesalahan berikut masih sering dilakukan oleh pelamar kerja:

  • Datang dengan postur membungkuk.
  • Tidak melakukan kontak mata sama sekali.
  • Menyilangkan tangan selama interview.
  • Bermain ponsel.
  • Menggoyangkan kaki terus-menerus.
  • Terlalu banyak bergerak.
  • Menunjukkan wajah bosan.
  • Memotong pembicaraan HRD.
  • Duduk terlalu santai.
  • Berbicara sambil melihat ke arah lain.

Menghindari kesalahan-kesalahan tersebut dapat membantu kamu memberikan kesan yang lebih profesional.

Kesimpulan

Bahasa tubuh merupakan bagian penting dalam proses interview kerja. Cara berjalan, duduk, melakukan kontak mata, tersenyum, hingga mendengarkan lawan bicara dapat memengaruhi kesan pertama yang diterima HRD.

Bagi pencari kerja di Jakarta, persaingan mendapatkan pekerjaan cukup ketat. Oleh karena itu, selain mempersiapkan jawaban interview, kamu juga perlu melatih bahasa tubuh agar terlihat lebih percaya diri dan profesional.

Sedang mencari lowongan kerja terbaru di Jakarta? Kunjungi lokerjkt.id untuk menemukan berbagai informasi lowongan kerja terbaru dari perusahaan terpercaya di Jakarta dan sekitarnya. Temukan peluang karier yang sesuai dengan kemampuanmu dan persiapkan diri sebaik mungkin sebelum mengikuti proses interview.